Saturday, February 6, 2016

Sang Lelah & Sang Duka

raga adalah dimana tempat aku disemayamkan untuk menikmati dunia dan segala isinya, sedang aku tak selmanya bisa menikmati dunia ini dengan raga yang kumiliki, ada kalanya saya hanya merasakan apa yang terjadi pada raga dan duniaku begitu saja, tanpa ada rasa nikmat, bahkan tak jarang hanya berlalu tanpa terasa, indahnya dunia yang kurasakan pun tak benar-benar indah tuh di lalui, mengapa?! karena sering kali kebahagiaan itu pun menguak kesedihan akan orang di sekitarku, menegingatkan mereka akan kebahagiaan yang pernah juga mereka rasakan yang kini tak mampu mereka rengkuh kembali, akankah hal seperti itu yang orang sebut dengan kebahagian?! namun itulah yang terjadi dan selalu ku alami, lalu bagaimana aku bisa benar-benar bahagia? bahagia yang membuat orang lain juga bahagia, bahagia yang tanpa merebut kebagaiaan bersama raga dan Dia juga bahagia. mungkinkah ada  bahagia yang bukan bahagia fatamorgana di dunia ini?! lalu bahagia yang seerti apa? mereka bilang bahagia itu sederhana, benarkah bahagia itu sederhana? sesederhana-sederhananya otak ini mampu berfikir bahagia tak sekedar sederhana. ia kompleks meliputi rasa, asa, dan hal yang nyata. yang ada didepn mata dan ada didalam jiwa. bila tuhan tak pernah menyebarkan rasa sedih dan muram durka, ia hanya menebar bahagia, lalu dari ia datang menerpa? bagaimana ia datang dalam hati seseorang dan menyapa bahkan tinggal disana? benarkah kesedihan hanya muncul kala engkau menetapkan keinginanmu lebih tinggi dari ketetapan-Nya? lalu bagiamana kita tahu akan ketetapan-Nya bahkan ia meminta kita untuk meminta kepadaNya?!
raga tempat dimana sang jiwa berada didunia, menjadi wadah akan rasa. segala rasa ia terima, dari sekedar bahagia hingga meluap tanpa kata, dari sedih hingga tertatih-tatih jiwa tak jua kunjung pulih. 
dan ia sang jiwa, sang penjaga, sang duka, yang kehilangan akan rasa dengan Robb-nya, yang terlepas akan tempat asal dimana ia semestinya, selalu mengharap akan kembali pada tempat asal dimana tiada sakit, tiada panik maupun matahari yang terik. 


#Sang Lelah 

No comments:

Post a Comment